Pelaksanaan ANBK di tengah Masa Pandemi

2021-09-05 - Retno Lestari - 319x Dibaca

Masa pandemi telah merubah segala kebiasaan hidup kita, khususnya pada bidang Pendidikan. Peran guru dan kegiatan belajar mengajar kini berada di kelas maya. Rancangan pembelajaran, proses belajar mengajar, waktu pembelajaran, dan penilaian pun berubah. Pada tahun pelajaran 2021/2022 Menteri Pendidikan  Bapak Nadiem Anwar Makarim mencanangkan kurikulum SMK Pusat Keunggulan untuk tingkat SMK. SMK Pusat Keunggulan merupakan program pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, yang akhirnya menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya.

Walaupun belum semua SMK di Indonesia menerapkan kurikulum ini, namun dalam penilaian nasional sudah mulai diterapkan ke seluruh sekolah. Yaitu penilaian nasional dari UNBK berganti menjadi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). ANBK merupakan program Pemerintah pengganti UNBK sebagai penilaian terhadap mutu sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. ANBK bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik esensial sebuah sekolah dan madrasah yang efektif dalam mengembangkan kompetensi dan karakter siswa. Mulai dari ciri pengajaran yang baik, sampai program dan kebijakan sekolah yang membentuk iklim akademik, sosial, dan keamanan yang kondusif.

Asesmen Nasional sendiri terdiri dari instrumen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi-Numerasi, Survei Karakter, dan juga Survei Lingkungan Belajar. Keseluruhan instrumen ini kelak akan bisa menggambarkan kondisi mutu pendidikan sekolah. Salah satu instrumen ANBK adalah AKM Literasi-Numerasi. Instrumen ini dirancang melalui soal-soal terkait literasi dan numerasi. Dalam aspek literasi, AKM menilai kemampuan literasi yang mencakup kecakapan berpikir logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi. Sedangkan dalam aspek numerasi AKM mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika. Anak bangsa kini lebih diarahkan pada pengembangan pola pikir, sikap dan pembelajaran dari apa yang ada disekitarnya.

Namun, pelaksanaan ANBK beberapa kali ditunda karena angka Covid-19 di Indonesia yang melonjak tinggi. Alhamdulillah, pada bulan Agustus 2021 pemerintah menginstruksikan sekolah untuk mempersiapkan pelaksanaan ANBK dengan protokol kesehatan yang ketat tentunya. Pelaksanaan dimulai dengan 2 tahapan uji coba yaitu Simulasi ANBK dan Gladi Bersih ANBK. Simulasi ANBK bertujuan untuk melihat kesiapan perangkat setiap sekolah dan Gladi Bersih ANBK bertujuan untuk mencoba soal yang akan diujikan. Pada 2 tahap uji coba ini siswa yang di ikutsertakan berjumlah 50 siswa, dengan masing-masing Lab. Komputer hanya diperbolehkan maksimal 15 siswa. Proktor, teknisi dan siswa wajib selalu memakai masker pada saat pelaksanaan ujian dan komputer yang digunakan pun berjarak.

Semoga pelaksanaan ANBK pada tanggal 20-23 September 2021 berjalan lancar dan seluruh proktor, teknisi dan siswa diberi kesehatan. Masa pandemi memang merubah segalanya tapi kita harus selalu semangat dan berusaha untuk melewati masa pandemi ini.